Kehilangan Pasport di Singapura

Wah kok bisa kehilangan pasport, he he he he ceritanya nanti saja belakangan, sekarang saya akan membagi pengalaman bagaimana cara mengurus pelaporan kehilangan pasport yang terjadi di Singapura, saya tulis berdasarkan pengalam pribadi saya yang sebelumnya saya mencari tahu dari berbagai tulisan, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :
  1. Segera buat laporan ke kantor polisi terdekat, cara mengetahui kantor polisi terdekat bisa googling atau telepon ke +65666, lalu tanyakan notelepon kantor polisi terdekat itu.Bila dari kantor polisi disarankan ke KBRI saya sarankan tidak perlu ke KBRI dulu, tapi langsung ke Kantor ICA (Imigration & Checkpoint  Authority of Singapore)
  2. Segera bawa berkas Ke ICA yang berada di Lavender, lokasi tepatnya, tepat di depan MRT Lavender. Sebelum memasuki gedung ICA siapkan semua dokumen yang ada seperti KTP, SIM atau bila ada fotocopy Passport. Lalu fotocopylah semua berkas berikut laporan kepolisan sebanyak 2 lembar. Letak fotocopy ada dibelakang Gedung ICA.
  3. Setelah berkas di fotocopy, masuklah ke gedung ICA langsung menuju lantai 4 (empat), di lantai 4 ini carilah tempat pembuatan pas foto, pas foto 3x4 sebanyak 4 lembar  biayanya 6 dollar.
  4. Setelah itu baru di lantai 4 ini menuju ke tempat Visitor Reception antrilah disana lalu bilang ingin melaporkan kehilangan passport, dari sini akan diberikan nomer antrian. biasanya dirujuk di loket 46 dan 47
  5. Dari loket 46 atau 47 ini akan diberikan surat pengantar untuk dibawa ke KBRI, kita akan diberi waktu 2 hari untuk kembali ke kantor ICA untuk meregisterasi passport sementara yang dikeluarkan KBRI
  6. Bawa semua dokumen ke KBRI di jalan 7 chatworth, lokasi tepatnya 2 km dai daerah Orchad, lebih baik menggunakan Taxi agar cepat, tapi bila tidak tergesa-gesa bisa mengunakan MRT dari Lavender ke Orchad lalu sambung Taxi ke KBRI
  7. Batas penerimaan dokumen di KBRI adalah jam 12 (dua belas) siang, usahan tiba sebelum jam 12. Lalu coba negoisasi pada saat penyerahan agar dokumen bisa selesai sebelum jam 4 sore, karena dari KBri ini akan dikeluarkan passport sementara sekali jalan yang harus di stempel kembali ke ICA. Biaya untuk membuat passport sementara ini adalah 6 Dollar
  8. Waktu Pengambilan passport sementara adalah jam 14:00-17:00
  9. Setelah menerima Passport sementara, bawalah dokument tersebut kembali ke Kantor ICA untuk di stempel, dengan kembali mengambil nomer antrian di Visitor Reception, nanti akan dirujuk di loket yang sama pada saat memasukan pelaporan.
  10. Setelah dari sini, waktu akan diberikan waktu 2 hari untuk meninggalkan Singapura.
Oke semua langkah-langkah sudah saya jelaskan diatas, sekarang saya mau cerita detail soal kehilangan passport saya. Sebetulnya saya tidak tahu lokasi tepatnya kehilangan passport, tapi yang jelas saya kehilangan passport ketika saya males memasukan ke dalam saku tas yang paling dalam yang biasa saya lakukan untuk menyimpan dokumen penting, karena tergesa-gesa saya hanya memasukan di bagian tas utama, karena saya sering membuka tas dan mengambil barang-barang saya, mungkin pada saat saya mengambil barang-barang saya seperti Gopro atau kamera, disaat itulah passport saya jatuh, karena tidak saya letakan di saku yang jarang saya buka dan yang biasanya passport saya letakkan. Saya sadar hilang passport saya ketika berada di China Town siang hari sekitar jam 13:00, pada sat itu saya ditanyakan passport untuk pengisian formulir tax refund, ketika saya cari kok gak ada passport saya, saya masih berpikiran mungkin ketinggalan di penginapan. Untuk jaga-jaga saya mencoba googling bagaimana cara-cara pelaporan dan pengurusan apabila passport hilang. Dari semua tulisan mengatakan harus lapor ke kepolisan untuk pelaporan dan lalu setelah itu beberapa tulisan mengatakan langsung ke KBRI, ada yang langsung ke ICA, dan yang saya perhatikan adalah semua pelaporan adalah atau submit dokument batasnya jam  12:00 siang, dan sekarang sudah jam 13:30, dan saya masih berharap passport akan ketemu di penginapan. Sempat terpikir untuk kembali ke penginapan, tapi saya berpikir bila memang tidak ada, maka akan membuat mood jalan-jalan akan terganggu kasihan anak-anak dan tidak ada yang bisa dilakukan kecuali membuat pelaporan ke kepolisian. Lalu saya melanjutkan lembali jalan-jalan, dan kembali ke penginapan sekitar jam 11:30.
Saya berusaha mencari passport di penginapan tetapi tetap tidak ketemu, lalu aku kembali googling untuk mencari tahu detail cara-cara pelaporan, di dalam tulisan orang-orang ada yang mengatakan kudu ke KBRI terlebih dahulu tetapi ada yang tegas-tegas mengatakan ke ICA terlebih dahulu. Karena pesawat kami sekelurga adalah besok malam pukul 19:30, saya mulai menyusun rencana bagaimana harus bisa selesai satu hari, karena di dalam tulisan orang lain mengatakan bahwa pengurusan di KBRI membutuhkan waktu 2 (dua) hari, dan saya sudah mulai menyusun rencana apabila terpaksa saya harus tinggal, dan keluarga pulang duluan.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan jam 11:35 malam, lalu tercetus aku berusaha membuat pelaporan polisi dulu saat ini, saya googling kembali call center kepolisan Singapura dan saya dapatkan +65666, lalu saya telepon dan menanyakan kantor polisi terdekat adalah di jalan Killney 51, dan saya menanyakan apakah bisa membuat laporan saat ini atau menunggu besik pagi, saya diberi nomer telepon kantor polisi terdekat di jalan Killney, karena saya tinggal di Orchad dan disirh menyakan langsung ke kantor polisi tersebut. Tanpa membuang waktu saya menelpon kantor polisi tersebut dan menanyakan apakah bisa membuat laporan kehilangan saat ini atau besok pagi, dan saya sangat surprise dari jawaban aparat polisi yag bersahabat dan memberitahu bahwa aku bisa langsung membuat laporan saat itu juga karena kantor polisi tersebut buka 24 jam. Sangat suprise karena dapat membuat laporan padahal sudah dini hari dan suprise kedua adalah nada bicara polisi tersebut sangat bersahat beda dengan kebanyakan orang-orang Singapura he ..he..he..he...
Bermodalkan Google Map saya melihat jaraknya 1.5 km dari Orchad, saya mencoba jalan kaki saja, jalanan Singapura sangat sepi sekali, sekitar 25 menit saya tiba di kantor polisi. Petugas Polisi tersebut menanyakan perihal kehilangan seperti lokasi dan waktu kira-kira hilangnya passportku. Untungnya aku selalu menyimpan softfile passport di media penyimpanan di internet. Setelah memeberikan berkas pelaporan kehilangan, polisi tersebut memberi arahan agar saya besok pagi ke KBRI untuk membuat pelaporan kehilangan  Passport. Saya menanyakan apakah tidak langsung ke kantor ICA, petugas tersebut tetap menyaran ke KBRI, hal inilah yang membuat saya ragu apakah harus ke ICA atau ke KBRI. Kembali saya ke penginapan menggunakan taxi online dan biayanya sekitar 5 dollar. sampai di penginapan sudah pukul 02:25

Pagi hari dengan rasa kantuk dan lelah yang amat sangat saya bangun sekitar jam 07:00, setelah mandi dan membawa berkas saya putuskan untuk ke KBRI karena atas saran beberapa teman dan saya berpikir ya emang mungkin harus ke KBRI kan kita orang Indonesia yan harusnya laporan ke KBRI terlebih dahulu, tiba di KBRI sekitar jam 08:00, sudah banyak orang antri di depan KBRI, padahal KBRi baru buka jam 09:00.  Pukul 08:30, dari pihak security menjelaskan tata cara untuk masuk ke KBRI, belum selesai menjelaskan saya potong dengan permisi terlebih dahulu dan mengatakan bahwa kondisi saya sangat mendesak dan saya hanya ingin mengatakan bahwa saya kehilangan passport, apakah saya harus ke KBRI terlebih dahulu atau ke ICA, pihak security mengatakan bahwa untuk kehilangan passport saya harus ke ICA dulu, dengan tidak membuang waktu saya permisi untuk menuju ICA, saya menggunakan Taxi dari KBRI ke kantor ICA sekitar 9 dollar.

Di  ICA saya tidak langsung masuk saya ingat dari tulisan beberapa orang yang mengalami hal yang sama saya harus fotocopy terlebih dahulu yang letaknya di belakang gedung ICA, lalu saya naik kelantai 4 gedung ICA dan membuat pas foto terlebih dahulu sebanyak 4 lembar dengan biaya 6 dollar, lalu dari sini saya mengantri ke Visitor Receptionist dan menjelaskan ingin membuat laporan kehilangan passport, dari petugas ini saya diberi nomer antrian dan mengantri di loket 46. Setelah nomer antrian saya dipanggil, saya sudah siap akan perlakuan dan pertanyaan gak enak, karena saya membaca dari beberapa tulisan untuk siap-siap mental apabila akan mendapatkan perlakuan dan ertanyaan yang tidak mengenakan. Eeeh saya kembali surprise karena saya mendapatkan perlakuan yang bersahabat dan saya menjelaskan bahwa pesawat saya malam ini, semoga bisa dibatu dipercepat karena saya harus mensubmit dokumen dari ICA ke KBRI sebelum jam 12 siang ini, karena batas memasukan dokumen adalah jam 12 siang, untung saya sudah siapkan fotocopy berkas laporan kepolisan, fotocopy pasport dan SIM A, KTP tidak ada karena ketinggalan di rumah hahahahah...dan sudah memiliki pas foto 4x3 sebanyak 4 lembar tetapi yang diminta hanya 3 lembar. 

Tepat pukul 11.10 menit surat pengantar dari ICA untuk KBRI diserahkan ke saya, tanpa membunag waktu saya langsung ke KBRI, tiba di KBRI pukul 11:50, 10 menit lagi akan di tutup batas penyerahan dokumen, setelah mengisi dokumen yang diberikan di KBRI, saya diberi nomer antrian. Sembari menunggu antrian saya check-check ombak dulu ada apa sekitar KBRI, eh saya temukan kantin yang menyediakan makanan rumahan, enak sekali rasanya hahahahah...selalu ada hikmah yang diambil, dan lebih hebatnya adalah di dekat kantin ada smoking area bisa sembari ngopi-ngopi, dinikmati dululah waktu menunggu antrian dan saya dipanggil sekitar pukul 01:00, kembali saya bernegoisasi mengatakan saya mohon bantuan agar siang ini bisa selesai dokumen saya, saya mendapat jawaban akan diusahakan jam 04:00 akan selesai, "tapi gak janji ya" kata petugas seorang ibu-ibu. Setelah menyerahkan dokumen saya kembali menunggu antrian untuk foto dan biometrik. Setelah proses selesai saya disuruh mencoba datang jam 16:00. Sebenarnya lebih baik saya menunggu saja disini karena hanya menunggu sekitar 1.5 jam saja, tetapi saya memiliki tanggungan keluarga yang saya tinggal di penginapan, saya kembalike penginapan untuk membuat rencana dan mengambil tas saya, rencananya terbaik adalah sekitar jam 16:00, istri saya dan anak-anak naik taxi menuju bandara, dan saya akan menyusul ke bandara apabila dokumen saya memang bisa selsai sore ini, rencana terburuk adalah saya tetap tinggal di Singapura sampai dokumen selesai tapi tetap menyusul ke Bandara untuk mengantar keluarga saya pulang ke Tanah Air. 

Setelah mengambil tas saya kembali lagi ke KBRI, tiba di KBRI pukul 15:30, langsung menuju loket pengambilan dokumen, dan dikatakan belum selesai saya disuruh menunggu, waktu semakin berjalan saya takut kantor ICA sudah tutup ketika saya sampai disana, karena kantor ICA tutup jam 17:00. Tapi apabila ternyata KBRI tidak bisa mengeluarkan hari ini ya udah, yang penting sudah berusaha maksimal, mulai saya mencari penginapan untuk diri saya sendiri untuk jaga-jaga. tepat jam 06:00 saya dipanggil dan diserahkan passport sementara saya untuk sekali jalan dan saya langsung membuat copynya di fotocopyan di KBRI, betapa leganya saya, tapi tetap saya tahan karena masih ada satu step lagi, yaitu meregisterasi passport sementara ke kantor ICA, dengan segera saya mencari taxi , ternyata banyak sekali yang mengantri taxi, kembali berpikir cepat apakah saya harus menggunkan jasa online taxi atau ikut mengantri ada sekitar 4 orang di depan saya, lagi-lagi saya menjelaskan bahwa saya membutuhkan taxi terlebih dahulu karena keterbatasan waktu yang tersedia, dan kembali saya dimudahkan saya dipersilahkan untuk mendapatkan taxi di kesempatan pertama. 

Saya belum membritahukan ke keluarga bahwa saya telah mendapatkan passport sementara , takutnya mereka akan kecewa apabila ternyata saya tidak mendapatkan persetujuan atau kantor ICA sudah tutup. Tiba di kantor ICA pukul  16:25 seengah berlari saya kembali ke Visitor Receptionist untuk mengambil nomer antrian, kembali saya diarahkan ke loket no 46, dengan petugas yang sama, aman menurut saya karena tadi sangat bersahabat. Tidak sampai 10 menit nomer saya dipanggil dan dikatakan sangat fantastic bisa ddalam satu hari menyelesaikan semua ini, dia minta wakti 10 menit untuk mengisi data saya dan meregisterasi passport saya. Jangan 10 menit, 30 menit pun gak apa-apa asal aku bisa balik hari ini hahahahahah. 
Akhirnya saya memegang passport sementara yang telah teregisterasi, kutelponlah istriku dan mengatakan aku bisa pulang bersama mereka, terdengar nada gembira dari istriku dan anak-anakku. Aku langsung menyusul menggunakan MRT Lavender menuju Changi Airport . dan kembali berkumpul keluarga. Sangat bersyukur karena dapat kembali ke tnah Air bersama keluarga meskipun menghilangkan waktu jalan-jalan pagi hingga siang hari ini untuk mengurus surat-surat.
Yang saya sangat sayangkan adalah passport saya itu penuh cerita menarik hahahahah, antara lain adalah saya pernah mendapat stempel cancelled karena tidak jadi berangkat padahal sudah masuk ke gate imigrasi bandara Soekarno Hatta, dan ternyata keluar kembali atau membatalkan keberangkatan lebih susah ketika mau masuk, dan yang kedua adalah stempel ke Nepal hiks...Nepal adalah perjalan yang sangat menarik, semoga saya diberi kesempatan untuk pergi ke Nepal kembali.

Semoga tulisan ini dapat membantu bila ada yang mengalami hal sama, tetapi percayalah lebih baik memperhatikan tempat menyimpan passport daripada kehilangan seperti saya.


Comments

  1. sungguh kisah yg menegangkan...ikut kemringetan membayangkan bagaimana tergopoh gopohnya. Oh iya, mahal sekali biaya fotocopynya ya ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. fotocopynya murah kok om, yang 6 dollar untuk biaya administrasi pembuatan passport sementara

      Delete

Post a Comment

Popular Posts